Kelompok Bantuan: Rumah Tangga Berpendapatan Rendah Perlu Dukungan pada Liburan Musim Panas Anak

Sebuah survei menemukan bahwa banyak rumah tangga berpendapatan rendah di Jepang menginginkan liburan musim panas yang lebih pendek bagi anak-anak mereka karena anggaran mereka yang ketat di tengah berlanjutnya kenaikan harga.

Kidsdoor, sebuah organisasi nirlaba yang mempunyai misi untuk mengatasi kemiskinan anak, melakukan survei pada bulan Mei dan Juni terhadap lebih dari 1.800 keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki anak.

Sebanyak 98 persen responden mengatakan kenaikan harga membuat hidup mereka "lebih sulit," dan 77 persen mengatakan "jauh lebih sulit," dibandingkan tahun lalu.

Sebanyak 13 persen responden mengatakan tidak ingin adanya libur sekolah, dan 47 persen mengatakan ingin periode liburan yang lebih pendek. Terkait alasannya, mereka mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak pengeluaran ketika anak-anak berada di rumah dan diperlukan lebih banyak upaya serta waktu untuk menyiapkan makan siang mereka. Dikatakan juga bahwa mereka tidak mampu memberikan pengalaman musim panas yang luar biasa kepada anak-anak mereka.

Kidsdoor mengatakan berencana mengajukan proposal darurat kepada pemerintah guna menyerukan bantuan tunai bagi keluarga berpenghasilan rendah agar mendapatkan makanan yang cukup. Proposal itu juga akan mengimbau langkah-langkah untuk mempersempit perbedaan pengalaman musim panas antara anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah dan keluarga berpendapatan menengah.