Israel Terus Serang Gaza, Timbulkan Banyak Korban Sipil

Militer Israel terus melakukan serangan di banyak wilayah Jalur Gaza, menyebabkan banyak korban sipil. Pada Minggu (30/06/2024), pasukan Israel melancarkan operasi di Gaza tengah dan selatan, selain wilayah utara, yang diklaim Israel berada di bawah kendalinya.

Israel mengatakan "melenyapkan beberapa teroris" dan "membongkar terowongan teror" sebagai hasil dari "aktivitas operasional berbasis intelijen yang ditargetkan" di Rafah, Gaza selatan.

Media lokal Palestina pada Minggu memberitakan bahwa serangan udara Israel di Rafah telah menewaskan enam warga sipil, termasuk anak-anak.

Media juga memberitakan korban sipil dilaporkan terjadi di wilayah lain di Rafah ketika pasukan Israel terus melakukan penembakan dan serangan intensif lainnya.

Pada Sabtu (29/06/2024), Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan telah mengevakuasi sepenuhnya markas administratif sementaranya di Khan Yunis di Gaza selatan. Organisasi itu mengatakan bahwa serangan Israel merupakan ancaman terhadap nyawa personelnya, yang menunjukkan bahwa situasi kemanusiaan di wilayah Palestina menjadi makin mengerikan.

Media Amerika Serikat (AS), Axios, melaporkan bahwa pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir telah menyampaikan redaksional baru dalam sejumlah bagian dari usulan kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Namun, seorang pemimpin Hamas mengatakan di konferensi pers pada Sabtu bahwa tidak ada hal baru dalam negosiasi tersebut.

Pemimpin tersebut menegaskan kembali posisi Hamas yang siap menghadapi secara positif tiap formula yang menjamin gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel secara menyeluruh dari Gaza.