ANA dan JAL Tetapkan Kebijakan Perangi Pelecehan oleh Penumpang

All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) bersama-sama merilis pedoman baru untuk memerangi pelecehan dan kekerasan yang dilakukan penumpang. Kedua maskapai itu mengatakan telah mengategorikan sembilan jenis perilaku yang tidak dapat diterima bagi perlindungan karyawannya.

Dua maskapai terbesar Jepang itu merilis pedoman tersebut pada Jumat (28/06/2024). Kesembilan jenis pelecehan tersebut meliputi penyerangan fisik, pelecehan verbal, dan tuntutan yang tidak masuk akal. Para pejabat di perusahaan tersebut mengatakan perilaku seperti itu melanggar hak asasi manusia para staf dan menghalangi mereka melakukan pekerjaannya.

Miyashita Yoshiko, seorang pejabat ANA, mengatakan bahwa beberapa karyawan menghadapi stres yang ekstrem dan kemudian mengambil cuti medis yang panjang atau bahkan keluar dari pekerjaannya.

Pejabat ANA dan JAL mengatakan mereka akan menanggapi dengan tegas laporan pelecehan, termasuk melaporkan kepada polisi.

Perusahaan-perusahaan tersebut menambahkan telah menerima sekitar 600 laporan pelecehan staf yang dilakukan oleh pelanggan pada tahun fiskal lalu.

Pejabat JAL mengharapkan maskapai lain akan menerapkan pedoman ini untuk menangani pelecehan pelanggan melalui upaya bersama industri penerbangan.