Pemilih Iran Bersiap Berikan Suara dalam Pemilu

Para pemilih di Iran akan menuju tempat pemungutan suara pada Jumat (28/06/2024) untuk memilih presiden berikutnya. Pemilu ini secara de facto merupakan persaingan tiga calon, yaitu dua tokoh konservatif garis keras dan seorang reformis.

Pemungutan suara tersebut dilakukan untuk memilih pengganti Ebrahim Raisi, seorang konservatif garis keras yang meninggal dalam kecelakaan helikopter bulan lalu.

Dewan Wali, sebuah panel yang terdiri dari pakar hukum Islam dan anggota lainnya, menyetujui pencalonan enam orang. Namun, dua di antaranya mengundurkan diri.

Tiga kandidat utama adalah dua tokoh konservatif garis keras yang tidak keberatan bersikap konfrontatif terhadap negara-negara Barat, serta seorang reformis yang mengupayakan dialog.

Salah satu kandidat garis keras adalah Saeed Jalili. Ia adalah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, sebuah badan yang bertanggung jawab atas pertahanan nasional dan urusan luar negeri.

Kandidat garis keras lainnya adalah ketua parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, yang merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam. Keduanya bersaing untuk mendapatkan dukungan di kalangan pemilih konservatif.

Kandidat reformis adalah Masoud Pezeshkian, yang pernah menjabat wakil ketua parlemen dan menteri kesehatan. Ia berusaha mendapatkan suara pemilih yang tidak puas dengan kebijakan konservatif garis keras.

Hasil awal diperkirakan akan keluar pada Sabtu (29/06/2024). Jika tidak ada kandidat yang memperoleh suara mayoritas, pemilihan putaran kedua akan digelar pada 5 Juli antara dua kandidat dengan suara terbanyak.