Kerabat Korban Penculikan WN Jepang Berbicara di Simposium PBB

Kerabat warga negara Jepang yang diculik oleh Korea Utara menyampaikan pidato dalam simposium PBB secara daring. Mereka meminta komunitas internasional untuk bekerja sama menyelesaikan masalah ini.

Acara pada Kamis (27/06/2024) ini diselenggarakan oleh Jepang, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, dan Uni Eropa. Pesertanya termasuk Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Hayashi Yoshimasa, yang juga menjabat sebagai menteri yang menangani masalah penculikan.

Yokota Takuya, yang mengepalai kelompok keluarga korban penculikan di Jepang, menyampaikan pidato dalam acara tersebut. Kakak perempuannya, Megumi, diculik pada 1977 ketika ia berusia 13 tahun.

Yokota mengatakan ada batasan waktu untuk menyelesaikan masalah ini karena hanya dua orang tua korban penculikan asal Jepang yang masih hidup. Ia mengungkapkan mereka adalah ibu Megumi yang berusia 88 tahun, Yokota Sakie, dan Arimoto Akihiro, ayah yang berusia 95 tahun dari korban penculikan lainnya, Arimoto Keiko.

Yokota menyebutkan kelompoknya menyerukan pertemuan kembali antara korban penculikan dan kerabat mereka di Jepang saat kedua orang tuanya masih sehat.

Yokota menambahkan ia ingin negara-negara memperbarui solidaritas untuk tidak melonggarkan sanksi terhadap Korea Utara sampai masalah ini terselesaikan.

Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengumumkan tahun lalu bahwa ia ingin memulai perundingan tingkat tinggi di bawah pengawasannya secara langsung dengan maksud untuk mengadakan pertemuan puncak bersama Korea Utara. Namun, hanya ada sedikit kemajuan nyata.

Pemerintah Jepang mengatakan setidaknya 17 warganya diculik oleh agen Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an. Lima orang kembali ke Jepang setelah pertemuan puncak pada 2002. Namun, 12 orang lainnya masih belum ditemukan.