Yen Melemah ke Kisaran Paruh Atas 160 terhadap Dolar

Nilai yen terhadap dolar turun ke kisaran paruh atas 160 di New York pada Rabu (26/06/2024), rekor terendah dalam lebih dari 37 tahun.

Yen juga sempat melemah terhadap euro hingga ke kisaran paruh atas 171, yang merupakan level terendah sejak mata uang Eropa tersebut diperkenalkan pada 1999.

Pandangan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga menyebar di kalangan investor pada Rabu setelah seorang pejabat senior The Fed pada Selasa (25/06/2024) menyatakan sikap berhati-hati mengenai penurunan suku bunga lebih awal.

Sebagai respons, investor menjual mata uang Jepang di bursa London, mendorongnya hingga di bawah level 160,24 yang tercatat pada akhir April, menjadi yang terendah sejak Desember 1986.

Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Kanda Masato yang bertanggung jawab atas mata uang Jepang mengatakan kepada wartawan pada Rabu malam bahwa langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk menangkal aksi berlebihan.

Namun, aksi jual yen berlanjut di bursa New York. Mata uang Jepang sempat terdepresiasi ke kisaran paruh atas 160.

Sumber pasar menyebutkan bahwa yen telah melampaui angka 160,24 terhadap dolar. Banyak investor memandang komentar pejabat keuangan Jepang tersebut kurang kuat. Mereka mengatakan hal itu mendorong spekulan untuk mempercepat penjualan yen.

Sumber-sumber juga mengatakan terdapat pandangan kuat bahwa meskipun pemerintah dan Bank Sentral Jepang melakukan intervensi di pasar, dampaknya hanya akan bersifat sementara.