Regulator Nuklir Setujui Rencana Terus Operasikan Reaktor Lama

Regulator nuklir Jepang untuk pertama kalinya menyetujui rencana yang dibuat oleh perusahaan listrik untuk mengelola reaktor nuklirnya yang berusia lebih dari 30 tahun, di bawah sistem baru negara ini untuk mempertahankan beroperasinya reaktor yang menua.

Jepang merevisi undang-undangnya tahun lalu untuk mengizinkan reaktor nuklir tetap beroperasi melebihi batas yang sebelumnya ditetapkan 60 tahun.

Sebagai tanggapannya, Otoritas Regulasi Nuklir menerapkan sistem yang memerlukan perumusan dan persetujuan rencana pengelolaan dengan jangka waktu tidak melebihi 10 tahun untuk reaktor yang telah beroperasi selama 30 tahun atau lebih.

Pihak berwenang pada Rabu (26/06/2024) membahas rencana pengelolaan yang diajukan oleh Perusahaan Tenaga Listrik Kansai untuk reaktor nomor 3 dan nomor 4 PLTN Ohi di Prefektur Fukui, Jepang tengah.

Rencana tersebut menetapkan metode untuk memahami kondisi penurunan kualitas peralatan hingga 40 tahun setelah dimulainya operasi serta kebijakan untuk menangani suku cadang yang tidak diproduksi lagi.

Para anggota otoritas mendukung rencana tersebut, dengan mengatakan bahwa rencana itu memenuhi persyaratan yang ditetapkannya.

Sebanyak 11 reaktor nuklir di seluruh Jepang akan telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun pada saat sistem baru ini diterapkan pada bulan Juni tahun depan.

Reaktor-reaktor tersebut memerlukan persetujuan pihak berwenang untuk tetap beroperasi.

Operator reaktor nomor 1 dan nomor 2 PLTN Sendai di Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, juga telah menyerahkan rencana pengelolaannya untuk mendapatkan persetujuan.