Korut Unjuk Rasa Masif Anti-AS pada Peringatan Perang Korea

Unjuk rasa besar-besaran anti-Amerika Serikat (AS) diadakan di Korea Utara pada Selasa (25/06/2024), menandai peringatan 74 tahun dimulainya Perang Korea. Para peserta menyatakan tekad untuk memperkuat kemampuan nuklir Pyongyang.

Surat kabar Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara, Rodong Sinmun, melaporkan pada Rabu (26/06/2024) bahwa lebih dari 100.000 orang, termasuk pekerja dan pelajar, ambil bagian dalam unjuk rasa tersebut di sebuah stadion di Pyongyang.

Surat kabar itu mengutip salah satu peserta yang mengatakan bahwa Korea Utara akan melipatgandakan daya penggentar perang terkuatnya sebanyak seratus atau seribu kali lipat untuk memusnahkan pihak yang menghalangi kemajuan negara tersebut.

Para peserta kemudian berbaris sambil membawa spanduk bertuliskan "Hancurkan penjajah Amerika yang merupakan musuh bebuyutan rakyat Korea".

Korea Utara diperkirakan akan mengadakan rapat pleno Komite Sentral Partai Pekerja yang berkuasa pada pekan ini. Rapat tersebut akan menjadi pertemuan pertama dalam enam bulan terakhir.

Perhatian terpusat pada bagaimana pemimpin Kim Jong Un akan menangani hubungan negaranya dengan Rusia.

Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani kesepakatan pada pekan lalu yang menjanjikan bantuan militer timbal balik jika salah satu negaranya berada dalam keadaan perang.

Para pengamat juga akan mencermati pernyataan Kim mengenai peluncuran kembali satelit pengintaian militer serta pernyataan yang merujuk pada AS dan Korea Selatan.