Pakar Jepang Rilis Langkah Mencegah Tabrakan di Landasan Pacu

Pakar keselamatan udara Jepang merekomendasikan penambahan lebih banyak pemandu lalu lintas udara serta peringatan keselamatan di bandara setelah tabrakan landasan pacu yang mengakibatkan korban jiwa di Haneda, Tokyo.

Langkah-langkah yang disarankan oleh panel yang ditunjuk oleh Kementerian Transportasi Jepang dipublikasikan pada Senin (24/06/2024). Kecelakaan pada 2 Januari di Haneda menewaskan lima orang setelah sebuah pesawat Japan Airlines mendarat dan menabrak pesawat Pasukan Penjaga Pantai Jepang di landasan pacu.

Para pakar mengatakan pemandu lalu lintas udara tambahan diperlukan guna membantu mengoordinasikan lepas landas dan pendaratan.

Pemandu baru akan mulai bekerja di delapan bandara utama di Jepang, termasuk New Chitose, Haneda, Narita, dan Kansai sebelum musim perjalanan musim panas.

Lampu yang akan memperingatkan pilot ketika pesawat atau kendaraan lain berada di landasan juga akan dipasang di bandara-bandara tersebut. Alarm yang dapat didengar akan ditambahkan ke layar yang memantau lokasi pesawat.

Penyelidik mengatakan pilot pesawat Pasukan Penjaga Pantai yang terlibat dalam kecelakaan di Haneda mungkin salah menafsirkan frasa panduan lalu lintas udara "nomor satu" sebagai izin untuk lepas landas. Ungkapan ini digunakan untuk memberi tahu bahwa pesawat dapat melakukan lepas landas berikutnya.

Kementerian Transportasi Jepang memerintahkan personel untuk berhenti menggunakan frasa tersebut setelah kecelakaan itu. Namun, frasa itu akan kembali diterapkan selambatnya pada akhir Juli karena permintaan dari pemandu lalu lintas udara.