Peneliti Jepang Temukan Sumber Daya Mineral Besar di Samudra Pasifik

Peneliti Jepang mengatakan telah menemukan sebuah area dengan konsentrasi mineral yang disebut "nodul mangan" di perairan lepas pantai pulau paling timur Jepang di Samudra Pasifik.

Universitas Tokyo dan Nippon Foundation menyampaikan pengumuman tersebut dalam konferensi pers di Tokyo, Jumat (21/06/2024).

Dua institusi tersebut mengatakan tim peneliti menyurvei lebih dari 100 lokasi pada kedalaman 5.500 meter di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang di lepas pantai Pulau Minamitorishima dari bulan April hingga Juni.

Tim tersebut menemukan area dengan nodul mangan yang menutupi dasar laut. Diperkirakan sekitar 230 juta ton nodul mangan tersebut berada dalam kondisi yang mudah diekstraksi sebagai sumber daya.

Analisis menunjukkan bahwa nodul tersebut sebagian besar terdiri dari besi dan mangan, serta mengandung kobalt dan nikel, yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik.

Tim ini memperkirakan jumlah kobalt mencapai sekitar 610.000 ton, setara dengan konsumsi tahunan Jepang selama 75 tahun, dan nikel sekitar 740.000 ton, atau senilai sekitar 11 tahun.

Universitas dan yayasan tersebut mengumumkan rencana meluncurkan proyek uji coba skala besar untuk memanen nodul-nodul tersebut bekerja sama dengan perusahaan luar negeri yang memiliki rekam jejak pengembangan sumber daya bawah laut.

Keduanya mengatakan uji coba akan dimulai paling cepat tahun depan dan berencana memanen sekitar 2.500 ton nodul mangan per hari dengan biaya keseluruhan 7 hingga 8 miliar yen, atau sekitar 44 hingga 50 juta dolar.