UNICEF Tekankan Perlunya Melindungi Anak-Anak di Zona Konflik

Dana Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau UNICEF, menyerukan komunitas internasional untuk melakukan segala upaya guna melindungi anak-anak di zona konflik dan mendukung mereka yang mengalami trauma akibat kekerasan.

Sebuah laporan PBB menyebutkan bahwa 11.649 anak terbunuh atau menjadi cacat tahun lalu akibat konflik di seluruh dunia, termasuk pertempuran di Ukraina dan Jalur Gaza. Jumlah tersebut meningkat sebesar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Direktur Eksekutif UNICEF untuk Kemitraan Kitty van der Heijden berbicara kepada NHK di Tokyo pada Kamis (20/06/2024).

Ia mengatakan anak-anak tidak memulai perang atau memiliki kemampuan untuk menghentikannya, tetapi merekalah yang paling terkena dampak perang dibandingkan siapa pun.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab kolektif komunitas internasional untuk memastikan bahwa anak-anak dapat bertahan hidup dan berkembang.

Ia mengatakan meskipun kekerasan di Gaza berakhir hari ini, semua anak di sana masih trauma karena kehilangan orang tua, saudara kandung, kerabat, atau teman sekelasnya. Ia menambahkan bahwa anak-anak di daerah kantong tersebut juga telah berulang kali menjadi pengungsi.