Korut-Rusia Berjanji Saling Bantu Melawan Agresi

Korea Utara merilis teks lengkap perjanjian baru dengan Rusia yang mencakup ikrar untuk saling bantu di bidang militer jika salah satu dari negara itu menghadapi agresi bersenjata.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada Rabu (19/06/2024) setelah mengadakan pembicaraan puncak di Pyongyang.

Kantor berita yang dikelola pemerintah Korea Utara (KCNA) melaporkan isi perjanjian tersebut, yang terdiri dari 23 pasal, pada Kamis (20/06/2024).

Pasal 4 menetapkan bahwa jika salah satu dari negara tersebut diserang dan berada dalam keadaan perang, maka yang lainnya akan mengerahkan segala cara yang dimilikinya untuk memberikan bantuan militer dan bantuan lainnya, tanpa penundaan.

Dikatakan bahwa hal ini akan dilakukan sesuai dengan undang-undang domestik kedua negara dan piagam PBB, yang mengakui hak melekat negara-negara anggota untuk membela diri secara individu atau kolektif.

Pasal 3 menyatakan bahwa ketika salah satu dari kedua negara menghadapi ancaman langsung kemungkinan agresi militer, Korut dan Rusia akan segera mengadakan pembahasan mengenai langkah-langkah praktis untuk menghilangkan ancaman tersebut.

Pasal 8 menyebutkan kedua negara akan membentuk sistem untuk mengambil tindakan bersama dengan tujuan memperkuat kemampuan pertahanan guna mencegah perang dan menjamin perdamaian serta keamanan regional dan internasional.

Dalam konferensi pers bersama pada Rabu, Kim mengatakan hubungan kedua negara telah mencapai tingkat aliansi.