Filipina Tuduh Cina Lakukan Tindakan Ilegal di Laut Cina Selatan

Pemerintah Filipina mengatakan misi rutinnya untuk mengirimkan pasokan ke pos militer terdepan di Laut Cina Selatan terganggu oleh tindakan Cina yang disebutnya "ilegal dan agresif".

Para pejabat mengatakan sebuah kapal pasokan Filipina tengah dalam misi pengiriman kembali pasokan ke pos terdepan di Karang Second Thomas ketika kapal tersebut diganggu oleh pasukan maritim Cina.

Pemerintah Filipina mengeluarkan pernyataan bahwa angkatan laut, pasukan penjaga pantai, dan kapal-kapal milisi maritim Cina terlibat dalam "manuver berbahaya, termasuk menabrak dan menarik". Filipina mengecam aksi yang "ilegal, agresif, sembrono" itu, dan mengatakan tindakan itu membahayakan nyawa awak kapal dan merusak kapalnya.

Duta Besar AS untuk Filipina mengunggah pesan di media sosial yang mengecam "manuver agresif dan berbahaya" yang dilakukan Cina, yang menurutnya menyebabkan "cedera tubuh" dan menghambat "operasi maritim yang sah".

Pemerintah Filipina belum mengungkapkan apakah insiden terbaru ini mengakibatkan adanya korban luka. Pada Maret, kapal pasukan penjaga pantai Cina menembakkan meriam air ke kapal Filipina di Laut Cina Selatan, sehingga menyebabkan cedera.

Pasukan penjaga pantai Cina mengatakan kapal pasokan Filipina secara ilegal menyusup ke perairan dekat karang tersebut. Cina menuduh kapal tersebut sengaja mendekati salah satu kapalnya, dan hal itu mengakibatkan tabrakan kecil.