ICAN: Belanja Global Persenjataan Nuklir 2023 Naik Lebih Dari 13%

Kampanye Internasional untuk Pemusnahan Senjata Nuklir (ICAN) mengatakan perkiraan pengeluaran global untuk persenjataan nuklir tahun lalu berjumlah 91,4 miliar dolar. Angka tersebut meningkat lebih dari 13 persen dari tahun sebelumnya.

ICAN pada Senin (17/06/2024) merilis perkiraan pengeluaran sembilan negara untuk senjata nuklir pada tahun 2023.

Negara-negara tersebut termasuk lima negara pemilik senjata nuklir yang diakui berdasarkan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir, yaitu Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Prancis ,dan Cina, ditambah India, Israel, Pakistan, dan Korea Utara.

Perkiraan pengeluarannya berjumlah sekitar 91,4 miliar dolar pada tahun 2023, mencatat peningkatan sebesar 13,4 persen dari tahun sebelumnya.

AS menghabiskan sekitar 51,1 miliar dolar untuk senjata nuklir, yang merupakan jumlah terbesar di antara sembilan negara dan mencatat lebih dari setengah total jumlah itu. Pengeluaran tersebut menunjukkan peningkatan paling tajam dari tahun ke tahun sebesar 17,8 persen.

Cina berada pada posisi selanjutnya dengan 11,9 miliar dolar, naik 6,7 persen, sedangkan Rusia dengan 8,3 miliar dolar, naik 6,1 persen.

ICAN mengatakan informasi yang tersedia untuk umum mengenai pengeluaran senjata nuklir Korea Utara sangat terbatas. Namun, ICAN memperkirakan pengeluaran negara itu meningkat sebesar 4,7 persen menjadi 856 juta dolar.

ICAN mengatakan pengeluaran global untuk senjata nuklir meningkat sebesar 34 persen dibandingkan tahun 2019, ketika organisasi itu mulai menerbitkan data tersebut.