Meski Umumkan Jeda Pertempuran, Israel Tetap Serang Gaza

Meskipun mengumumkan bahwa aktivitas militernya di wilayah selatan dihentikan untuk sementara agar memungkinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut, Israel tetap melanjutkan serangan di seluruh Jalur Gaza.

Militer Israel pada Minggu (16/06/2024) mengatakan bahwa jeda tersebut akan berlaku untuk jalur dari persimpangan Kerem Shalom ke jalan utama dan ke wilayah utara. Jalur tersebut dapat digunakan untuk mengirimkan pasokan kemanusiaan ke Khan Younis di Gaza selatan.

Jeda pertempuran itu dikatakan berlaku mulai pukul 08.00 sampai 19.00 tiap hari hingga pemberitahuan lebih lanjut. Namun, militer Israel melalui media sosial menyatakan akan melanjutkan operasi di Gaza selatan, termasuk Rafah. Postingan dalam bahasa Ibrani tersebut tampaknya ditujukan kepada masyarakat Israel bahwa militer akan mempertahankan sikap garis kerasnya.

Militer Israel melanjutkan serangan di Gaza pada Minggu. Sebuah media lokal mengatakan pengeboman yang menargetkan dua rumah di sebuah kamp pengungsi di Gaza tengah menewaskan enam orang, termasuk seorang bayi, dan melukai puluhan lainnya.

Otoritas kesehatan di Gaza mengatakan jumlah korban tewas di wilayah tersebut telah meningkat menjadi 37.337 sejak konflik meletus Oktober lalu.

Sementara itu, negosiasi antara Israel dan Hamas mengenai rencana tiga fase yang mencakup gencatan senjata selama enam pekan dan pembebasan sandera yang ditahan di Gaza masih terhenti. Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana tersebut pada 31 Mei.

Pemimpin senior kelompok Islam Hamas, Ismail Haniyeh, menyinggung soal usulan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Minggu. Ia mengatakan kelompoknya, bersama semua faksi perlawanan, telah menunjukkan keseriusan dan fleksibilitas yang besar untuk mencapai kesepakatan. Namun, ia mengatakan Israel dan sekutunya belum menanggapi hal itu.