Kondisi Finansial Universitas Nasional Jepang Mencapai Limit

Asosiasi Universitas Nasional Jepang (JANU) mengatakan kenaikan harga-harga dan melemahnya yen telah mendorong kondisi keuangannya mencapai limit. Asosiasi itu menyerukan pengertian dan mengupayakan peningkatan subsidi pemerintah.

JANU mengeluarkan pernyataan mendesak pada konferensi pers, Jumat (07/06/2024). Anggota asosiasi ini mencakup 86 universitas nasional.

Hibah biaya manajemen yang didistribusikan ke universitas-universitas nasional oleh pemerintah Jepang telah berkurang. Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan harga dan melemahnya yen telah menyebabkan anggaran universitas menyusut secara signifikan.

JANU mengatakan universitas telah berupaya mempertahankan dan meningkatkan kegiatan pendidikan tingkat tinggi serta penelitian dengan meningkatkan pendapatan dari sumber eksternal lainnya. Namun, JANU menyebutkan, "Kami telah mencapai limit kami." Asosiasi tersebut menyerukan pengertian dan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah kota, industri, dan masyarakat.

Subsidi pemerintah bagi universitas-universitas nasional pada tahun fiskal 2024 berjumlah sekitar 1,8 triliun yen, atau 6,9 miliar dolar. Jumlah tersebut turun lebih dari 160 miliar yen, atau 13 persen, dibandingkan 20 tahun lalu.

Presiden JANU Nagata Kyosuke menyerukan peningkatan subsidi pemerintah dan dukungan keuangan dari masyarakat lokal.

Mengenai kenaikan biaya kuliah, Nagata mengatakan keputusan ada di tangan masing-masing universitas. Ia juga mengatakan beberapa orang berpendapat bahwa akan sulit untuk menaikkan biaya pendidikan di tengah perbedaan kawasan dan tingkat pendapatan yang beragam.

Nagata mengatakan ingin masyarakat menyadari situasi buruk yang dihadapi universitas-universitas nasional.