Operasi Penyelamatan Sandera Israel Tewaskan 274 Warga Palestina

Otoritas kesehatan di Jalur Gaza mengatakan jumlah warga Palestina yang tewas dalam operasi militer Israel untuk menyelamatkan sandera di Nuseirat pada Sabtu (08/06/2024) telah meningkat menjadi 274 orang dan 698 orang terluka.

Empat sandera Israel yang ditahan oleh Hamas diselamatkan dalam operasi di bagian Gaza tengah. Operasi tersebut berlangsung pada Sabtu pukul 11.00 ketika banyak orang sedang berbelanja di pasar.

Militer Israel mengatakan pasukannya terlibat baku tembak sengit dengan pejuang Hamas ketika mencoba membebaskan para sandera. Militer Israel juga melakukan serangan udara dalam operasi tersebut.

Rekaman video yang dirilis kantor berita Reuters pada Minggu (09/06/2024) menunjukkan banyak bangunan hancur dan jalanan dipenuhi puing-puing serta mobil rusak. Otoritas di Gaza mengatakan 89 rumah dan bangunan lainnya hancur.

Sayap militer Hamas menerbitkan sebuah video pada hari yang sama, mengeklaim bahwa tiga sandera terbunuh dalam dalam operasi Israel tersebut, dan salah satunya memiliki kewarganegaraan AS.

Militer Israel melanjutkan serangan udara dan serangan darat di bagian tengah dan selatan Gaza pada Minggu. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari yang sama mengatakan bahwa Israel tidak berniat mengakhiri perang sebelum tujuannya melenyapkan Hamas tercapai.

Otoritas kesehatan di wilayah tersebut mengumumkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 37.084 sejak konflik ini dimulai pada Oktober tahun lalu.

Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengumumkan pengunduran diri dari kabinet perang negara itu pada Minggu.

Gantz, seorang anggota penting kabinet berhaluan tengah, bulan lalu menuntut agar Netanyahu menyusun rencana untuk pemerintahan masa depan Jalur Gaza. Ia juga mengisyaratkan akan mengundurkan diri jika perdana menteri tidak memberikan keputusan pada 8 Mei.

Gantz dalam konferensi pers mengkritik Netanyahu dengan mengatakan, "Keputusan strategis yang menentukan dihadapkan pada keragu-raguan dan penundaan karena pertimbangan politik." Ia menyerukan pemilihan umum dini untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.

Pengamat mengatakan anggota kabinet sayap kanan kemungkinan akan meningkatkan pengaruhnya setelah pengunduran diri Gantz, dan hal itu akan makin memperdalam perpecahan di negara tersebut.