Jepang Catat Rekor Surplus Transaksi Berjalan pada April

Jepang mencatat surplus transaksi berjalan terbesarnya pada April. Rekor ini dicapai saat kenaikan suku bunga luar negeri dan melemahnya yen mendorong pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan dari kepemilikan obligasinya.

Kementerian Keuangan pada Senin (10/06/2024) mengatakan bahwa surplus mencapai 2,05 triliun yen, atau sekitar 13 miliar dolar. Angka tersebut merupakan tertinggi yang pernah dicapai pada April sejak tahun 1985, ketika data pembanding tersedia.

Bulan April juga menandai surplus selama 15 bulan berturut-turut.

Neraca transaksi berjalan merupakan ukuran penting perdagangan dan investasi suatu negara dengan negara-negara lain.

Pendapatan primer tumbuh lebih dari 800 miliar yen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu menjadi lebih dari 3,8 triliun yen, atau sekitar 24 miliar dolar.

Ini termasuk dividen yang diterima perusahaan-perusahaan Jepang dari anak perusahaan di luar negeri, serta pendapatan bunga obligasi.

Pendapatan dari sektor pariwisata mengalami surplus sebesar 446,7 miliar yen atau sekitar 2,8 miliar dolar, karena meningkatnya jumlah wisatawan asing. Jumlah ini merupakan yang terbesar dalam yen sejak pencatatan dimulai pada 1996.

Sementara itu, defisit perdagangan meningkat lebih dari 3,2 miliar dolar dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 661,5 miliar yen atau 4,2 miliar dolar. Harga minyak mentah yang lebih tinggi meningkatkan nilai impor.