Makin Banyak Pelajar Jepang Tertarik Mencari "Pekerjaan yang Etis"

Perusahaan-perusahaan di seluruh Jepang secara resmi mulai mengadakan wawancara kerja untuk mahasiswa senior bulan ini. Menurunnya jumlah tenaga kerja berarti calon karyawan mempunyai banyak pilihan. Di antara banyak perusahaan yang merekrut karyawan, perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan merupakan perusahaan yang menonjol dalam persaingan pencari kerja.

Uchida Keigo telah memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan energi berbasis di Tokyo yang mempromosikan netralitas karbon. Ia menolak tawaran pekerjaan dari produsen peralatan manufaktur terkemuka.

Uchida mulai tertarik dengan isu lingkungan saat SMA, ketika ia melihat kerusakan akibat tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat yang meluluhlantahkan prefektur tempat tinggalnya. Ia mengatakan pemanasan global meningkatkan kemungkinan terjadinya tanah longsor. Uchida menyakini bahwa masalah tersebut disebabkan oleh manusia, dan ia sangat yakin bahwa masalah ini harus diselesaikan oleh manusia.

Salah satu faktor kunci bagi Uchida dalam memilih perusahaan adalah antusiasme karyawan perusahaan tersebut.

Tren "berburu pekerjaan yang etis" sedang menyebar di kalangan pelajar Jepang.

Seorang konsultan perekrutan menunjukkan bahwa makin banyak mahasiswa yang memilih perusahaan dengan nilai-nilai baru karena mereka dibesarkan dengan mengetahui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG's dan kegiatan sukarelawan.