Ritual Diadakan untuk Panen yang Baik dan Kebangkitan dari Gempa

Warga dan relawan di kawasan pertanian di Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa yang dilanda gempa pada Hari Tahun Baru mengambil bagian dalam upacara yang disebut "mushi-okuri".

Ritual ini dilakukan setiap tahun setelah penanaman padi untuk mengusir serangga berbahaya dari sawah dengan obor.

Sekitar 80 orang berkumpul di distrik Omaki, Kota Nanao pada Sabtu (08/06/2024). Mereka membawa obor bambu yang panjangnya sekitar satu meter.

Mereka berjalan perlahan sambil membunyikan bel serta menabuh genderang sambil berdoa demi pemulihan segera pascagempa dan masyarakat dapat bangkit kembali.

Gempa tersebut merusak saluran irigasi yang mengairi sawah, sehingga sebagian besar petani di kabupaten tersebut tidak dapat menanam padi tahun ini.

Para petani awalnya berpikir untuk membatalkan acara tersebut, tetapi mereka memutuskan tetap mengadakannya untuk menjaga semangat masyarakat.

Salah satu peserta acara adalah relawan dari Kota Kobe yang datang membantu sesaat setelah gempa.

Ia mengatakan, situasi tidak banyak berubah sejak gempa, tetapi ia bisa merasakan harapan warga untuk membangun kembali kehidupan mereka saat ritual itu berlangsung.

Ketua kelompok penyelenggara, Urakami Hiroyuki, mengaku berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu terlaksananya acara tersebut.

Ia menambahkan bahwa masyarakat akan bekerja sama untuk mengembalikan kehidupan seperti biasa dan pemandangan indah di kawasan itu.