Ukraina Kekurangan Listrik di Musim Panas Akibat Serangan Rusia

Ukraina kemungkinan akan menghadapi musim panas yang sulit karena kekurangan listrik yang parah di tengah berlanjutnya serangan Rusia terhadap fasilitas energi dengan rudal dan drone.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan kepada media setempat pada Jumat (07/06/2024) bahwa hanya 27 persen PLTU di negaranya yang masih dalam kondisi berfungsi dengan baik.

CEO perusahaan tenaga listrik negara Ukraina, Ukrenergo, mengungkapkan bahwa skala kerusakan pembangkit listrik tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Media lokal melaporkan bahwa kekurangan listrik akan makin parah di musim panas.

Institut Sosiologi Internasional Kyiv, sebuah perusahaan survei opini Ukraina, merilis hasil survei yang dilakukan pada bulan Mei yang menyatakan bahwa tingkat dukungan terhadap Presiden Volodymyr Zelenskyy adalah 59 persen.

Dikatakan bahwa pada Mei 2022, tak lama setelah dimulainya invasi Rusia, tingkat dukungan itu mencapai 90 persen.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa banyak warga Ukraina yang terus mempercayai Zelenskyy, tetapi tingkat dukungannya menurun.

Dikatakan bahwa alasan utamanya adalah rakyat merasa bahwa beban perang tidak adil dan pemberantasan korupsi belum mengalami kemajuan yang cukup.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim dalam pidatonya pada hari Jumat bahwa Zelenskyy telah kehilangan legitimasi setelah pemilihan presiden yang dijadwalkan pada bulan Maret tidak terlaksana.

Rusia telah dan sangat ingin merusak kredibilitas Zelenskyy di kalangan rakyat Ukraina, dengan harapan bahwa hal itu akan mengarah pada pergantian kepemimpinan.