Upaya Penyelamatan Korban Longsor di Papua Nugini Dihentikan

Otoritas terkait di Papua Nugini menghentikan upaya penyelamatan terhadap banyak orang yang masih hilang dua pekan setelah bencana tanah longsor masif. Sebuah desa di utara negara itu terkubur di bawah longsoran.

Pemerintah provinsi mengatakan operasi penyelamatan dan pencarian jenazah berakhir pada Kamis (06/06/2024). Terdapat risiko terjadinya lebih banyak longsor susulan serta penyakit akibat pembusukan jenazah. Daerah tersebut telah ditetapkan sebagai lokasi pemakaman massal.

Bencana tersebut terjadi pada 24 Mei di Provinsi Enga yang berada di wilayah pegunungan, sekitar 600 kilometer barat laut ibu kota, Port Moresby.

Sepuluh orang dipastikan tewas, tetapi skala tanah longsor membuat sulit untuk mengetahui jumlah korban sebenarnya.

Pemerintah mengatakan sedikitnya 2.000 orang terkubur di bawah longsoran dan lumpur, jauh lebih banyak dari perkiraan badan PBB yang menyebut jumlah korban mencapai lebih dari 670 jiwa.

Operasi penyelamatan terhambat oleh kondisi yang berisiko, dan fakta bahwa jalan raya utama serta jalan lainnya telah terputus.

Sebuah organisasi bantuan mengatakan beberapa orang dengan putus asa melanjutkan pencarian anggota keluarga dan yang lainnya menggunakan tongkat. Pemerintah provinsi menyerukan lebih dari 1.000 penduduk yang masih berada di daerah berisiko untuk mengungsi.