Pemerintah Selidiki Suzuki Terkait Skandal Data Uji Kinerja

Pejabat pemerintah meluncurkan penyelidikan di kantor pusat Suzuki Motor di Jepang tengah terkait data pengujian yang dipalsukan, sementara produsen mobil lainnya mulai menghentikan produksi di beberapa pabrik.

Tiga pejabat Kementerian Transportasi tiba di kantor pusat Suzuki di Prefektur Shizuoka pada Kamis (06/06/2024), menjadikannya produsen otomotif ketiga yang diselidiki.

Langkah ini menyusul kasus yang terungkap awal pekan ini bahwa Suzuki dan empat produsen kendaraan Jepang lainnya memalsukan data uji kinerja guna mendapatkan sertifikasi yang diperlukan untuk produksi massal.

Pejabat kementerian tengah memeriksa catatan data pengujian dan mewawancarai eksekutif serta personel yang bertanggung jawab atas pengujian tersebut.

Suzuki dipastikan memalsukan hasil uji rem tahun 2014 untuk salah satu model mobilnya, Alto, yang sudah tidak diproduksi lagi.

Kementerian Transportasi memulai penyelidikan di kantor pusat Toyota awal pekan ini. Toyota pada Kamis menghentikan produksi di beberapa pabrik hingga 28 Juni.

Langkah ini akan berdampak pada tiga model, termasuk Yaris Cross, yang diproduksi di pabrik di prefektur Miyagi dan Iwate. Sebanyak 130.000 unit model ini diproduksi di Jepang dalam tahun fiskal 2023 yang berakhir pada Maret.

Selain itu, Mazda menghentikan produksi dua model yang terkena dampak, termasuk Mazda2, di pabriknya di prefektur Hiroshima dan Yamaguchi. Produksi model-model tersebut di Jepang untuk tahun fiskal 2023 mencapai sekitar 15.000 unit.

Toyota dan Mazda berencana untuk terus mengoperasikan lini produksi model lainnya. Namun, kekhawatiran meningkat mengenai dampak penangguhan tersebut terhadap mitra bisnis dan perekonomian daerah.