Pria Ukraina Keturunan Rusia Ditahan di Prancis atas Tuduhan Terorisme

Otoritas di Prancis menahan seorang pria Ukraina keturunan Rusia atas tuduhan terorisme karena diduga mencoba membuat alat peledak di kamar hotel.

Prancis tengah meningkatkan kewaspadaan menjelang Olimpiade Paris yang akan dibuka bulan depan.

Kejaksaan Prancis mengatakan pria berusia 26 tahun berkewarganegaraan ganda itu menderita luka bakar serius akibat ledakan di sebuah kamar hotel di luar kota Paris pada Senin (03/06/2024).

Penyelidik ​​menemukan material yang digunakan untuk membuat bahan peledak di lokasi kejadian. Pria tersebut ditahan karena dicurigai ikut serta dalam konspirasi teroris dan rencana pengeboman.

Beberapa media Prancis mengutip sumber investigasi yang mengatakan pria tersebut berasal dari Ukraina timur dan berperang di kubu Rusia dalam invasi Rusia ke Ukraina.

Sebelumnya, otoritas Prancis pada Mei lalu menangkap seorang pria dari Chechnya di Rusia selatan karena dicurigai merencanakan serangan teror di lokasi pengelenggaraan Olimpiade.