Rusia Belum Siap Lanjutkan Bahas Perjanjian Damai dengan Jepang

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kondisi negaranya belum siap untuk melanjutkan perundingan perjanjian damai dengan Jepang. Putin menyampaikan komentar tersebut pada Rabu (05/06/2024) di sela-sela forum ekonomi di St. Petersburg.

Pemerintah Jepang mempertahankan komitmennya yang teguh untuk menyelesaikan masalah Wilayah Utara dan merampungkan perjanjian damai dengan Rusia.

Rusia menguasai empat pulau tersebut. Jepang mengeklaimnya. Pemerintah Jepang menyatakan pulau-pulau itu diduduki secara ilegal setelah Perang Dunia Kedua.

Putin tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan perundingan. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini hanya akan terjadi jika kondisi yang diperlukan terpenuhi.

Ia menyebutkan bahwa Jepang telah menyatakan bergabung dalam upaya untuk mengalahkan Rusia secara strategis. Putin mengindikasikan bahwa hal itu merupakan hambatan, dan Jepang harus mengubah posisinya terlebih dahulu.

Pada bulan Januari, ia mengisyaratkan akan melakukan kunjungan pertamanya ke pulau-pulau tersebut di masa mendatang.

Putin mengatakan pada Rabu bahwa saat ini ia tidak berencana untuk pergi ke sana karena jadwalnya yang padat. Namun, ia tidak melihat alasan untuk tidak melakukannya di masa depan.

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Hayashi Yoshimasa mengatakan di Tokyo pada Kamis (06/06/2024) bahwa tanggapan Rusia tidak adil dan sama sekali tidak dapat diterima karena hal itu sama saja dengan mengalihkan tanggung jawab kepada Jepang.

Ia mengatakan pemerintah Jepang tidak dapat berkomentar secara spesifik karena hubungan Jepang-Rusia berada dalam situasi yang sulit akibat invasi ke Ukraina. Namun, pemerintah akan terus menjunjung tinggi kebijakannya untuk menyelesaikan isu-isu yang belum terpecahkan dan menandatangani perjanjian damai.