Ukraina Sambut Persetujuan Lebih Luas Menggunakan Senjata Barat

Menteri Pertahanan Belanda mengisyaratkan bahwa negara tersebut bermaksud mengizinkan Ukraina untuk menyerang sasaran di Rusia dengan senjata Belanda.

Kajsa Ollongren menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan situs berita politik Politico yang berbasis di Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Senin (03/06/2024).

Menteri Pertahanan itu merujuk pada 24 jet tempur F-16 yang ingin dikirim negaranya ke Ukraina. Ia mengatakan, "Setelah kami menyerahkannya ke Ukraina, senjata itu menjadi miliknya untuk digunakan."

Ollongren mengatakan Belanda hanya meminta Ukraina untuk mematuhi hukum internasional dan hak membela diri. Ia menambahkan bahwa hal itu berarti Kyiv dapat menggunakan pesawat tersebut untuk menyerang sasaran militer guna membela diri.

Langkah ini dilakukan di tengah pengumuman AS dan Jerman yang akan mengubah kebijakan serta mengizinkan Kyiv untuk menyerang wilayah Rusia dengan senjata yang dipasok oleh kedua negara itu dalam upaya memperkuat pertahanan wilayah Kharkiv di Ukraina timur.

Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, menyambut baik langkah Barat.

Ia mengunggah di media sosial pada Selasa (04/06/2024) bahwa izin untuk menggunakan senjata Barat di wilayah Rusia adalah keputusan penting.

Yermak mengatakan hal ini akan berdampak pada pelaksanaan perang, perencanaan tindakan serangan balasan, dan akan melemahkan kemampuan Rusia dalam menggunakan pasukannya di wilayah perbatasan.