G7 Sepenuhnya Dukung Perjanjian Gencatan Senjata Biden di Gaza

Para pemimpin negara-negara G7 mengumumkan dukungan penuh terhadap perjanjian gencatan senjata yang dijabarkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk Gaza.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (03/06/2024) menyebutkan bahwa para pemimpin negara G7 sepenuhnya mendukung dan akan membela kesepakatan komprehensif yang akan mengarah pada gencatan senjata segera di Gaza. Dikatakan bahwa kesepakatan itu juga akan mengarah pada pembebasan semua sandera, peningkatan bantuan kemanusiaan yang signifikan dan terus-menerus, serta akhir yang berkelanjutan atas krisis tersebut.

Pernyataan itu menyebutkan G7 menyerukan Hamas untuk menerima kesepakatan tersebut dan mendesak negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Hamas untuk membantu memastikan bahwa kelompok itu akan melakukan hal tersebut.

Biden mengumumkan perjanjian tiga fase pada Jumat (31/05/2024), yang mencakup gencatan senjata enam minggu dan pembebasan sandera.

Hamas awalnya mengumumkan bahwa kelompok itu memandang positif kesepakatan tersebut. Namun, media di Timur Tengah pada Senin melaporkan bahwa pihak Hamas menuntut jaminan gencatan senjata permanen.

Gedung Putih mengatakan Biden berbicara melalui telepon pada Senin dengan Amir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani, yang menengahi negosiasi. Dikatakan bahwa Biden mendesak Amir Tamim agar menggunakan semua langkah yang semestinya untuk menjamin Hamas menerima perjanjian tersebut dan menegaskan bahwa Hamas sekarang menjadi satu-satunya hambatan bagi gencatan senjata sepenuhnya.

Anggota sayap kanan Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan protes dengan mengatakan bahwa Israel tidak boleh mudah berkompromi. Belum jelas apakah kemajuan akan dicapai dalam negosiasi.

Sementara itu, laporan media Palestina menyebutkan serangan terhadap kamp pengungsi di Gaza tengah menelan banyak korban jiwa, termasuk kematian tiga warga sipil. Mereka mengatakan serangan pada malam hari juga melukai lima orang.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan pada Senin bahwa jumlah kematian keseluruhan kini mencapai 36.479 orang.

Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengumumkan pada Senin bahwa kematian empat sandera laki-laki, termasuk tiga orang berusia 80-an tahun, telah dikonfirmasi.