Ketua Parlemen Georgia Tanda Tangani RUU "Pengaruh Asing"

Ketua parlemen Georgia menandatangani rancangan undang-undang “pengaruh asing” yang menimbulkan perpecahan, yang menurut para ahli dapat berdampak pada upaya negara tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Ketua DPR Shalva Papuashvili pada Senin (03/06/2024) menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang setelah badan legislatif pada Selasa (28/05/2024) pekan lalu meloloskannya untuk kedua kalinya dalam upaya mengatasi veto Presiden Salome Zourabichvili.

RUU tersebut, yang mengharuskan organisasi yang menerima 20 persen dana dari luar negeri untuk mendaftar sebagai “agen pengaruh asing”, memicu protes massal selama berminggu-minggu di ibu kota Georgia, Tbilisi.

Anggota parlemen oposisi menentang undang-undang tersebut dengan mengatakan bahwa regulasi itu mirip dengan undang-undang Rusia yang membatasi kegiatan kelompok nonpemerintah dan media yang dianggap tidak menguntungkan oleh pemerintah.

Georgia, yang tengah mengupayakan keanggotaan Uni Eropa, diberikan status kandidat pada Desember lalu.

Uni Eropa mengatakan undang-undang yang disahkan oleh parlemen Georgia itu bertentangan dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai inti blok tersebut dan akan berdampak negatif terhadap jalan keanggotaan Georgia di Uni Eropa.

Partai berkuasa yang memainkan peran utama dalam mengesahkan undang-undang itu akan menjadi fokus pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.