Trump: Vonis Penjara Bisa Menjadi "Puncak Kemarahan" Para Pendukungnya

Mantan Presiden AS Donald Trump memperingatkan jika ia dijadikan tahanan rumah atau dipenjara karena kasus penggelapan dana, hal ini bisa menjadi "puncak kemarahan" bagi para pendukungnya.

Trump melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Minggu (02/03/2024), setelah ia divonis bersalah dalam persidangan karena memalsukan catatan bisnis menjelang pemilu tahun 2016 pada Kamis (30/05/2024).

Trump menjadi mantan presiden AS pertama yang dihukum karena kejahatan.

Seorang pembawa berita Fox News menanyakan tanggapannya jika hakim menjatuhkan hukuman tahanan rumah atau penjara kepadanya. Trump mengatakan tidak masalah dengan hal itu.

Namun, Trump menambahkan ia tidak yakin masyarakat akan mendukung putusan itu. Menurut Trump akan sulit bagi masyarakat untuk menerimanya. Ia menambahkan pada titik tertentu, ada puncaknya.

Pembacaan putusan pengadilan dijadwalkan pada 11 Juli. Trump berencana mengajukan banding atas putusan bersalah tersebut. Fox News memperkirakan hukuman penjara kecil kemungkinan dijatuhkan karena Trump telah berusia 77 tahun dan baru pertama kali didakwa.

Lara, istri Eric Trump, muncul di CNN pada Minggu. Lara ikut mengetuai Komite Nasional Partai Republik.

Ia mengatakan dana sebesar 70 juta dolar telah terkumpul dalam waktu 48 jam setelah keputusan ayah mertuanya diumumkan.

Kubu Trump berharap dapat menggunakan dakwaan ini untuk mengumpulkan lebih banyak dana. Namun, beberapa pengamat mengatakan hal itu bisa mengikis dukungannya. Mereka mencermati dampaknya terhadap keputusan para pemilih.