Jepang Akan Tingkatkan Bantuan Luar Negeri Jenis Proposal

Kementerian Luar Negeri Jepang akan membentuk divisi baru guna makin menggalakkan bantuan proaktif bagi negara-negara berkembang.

Melalui program yang disebut Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), Jepang telah menyalurkan bantuan untuk infrastruktur sosial dan kegunaan lainnya atas permintaan negara-negara penerima.

Namun, anggaran untuk ODA pada tahun fiskal ini adalah sekitar setengah dari angka puncaknya pada tahun 1990-an.

Kementerian Luar Negeri Jepang kini akan fokus pada bantuan yang lebih strategis, dengan membuat proposal yang dapat melayani kepentingan nasional Jepang.

Salah satu proyek tersebut adalah penambangan nikel di Madagaskar yang dapat meningkatkan sebagian rantai pasokan mineral penting tersebut.

Divisi baru yang akan dibentuk oleh Kementerian Luar Negeri pada musim panas ini akan dikhususkan untuk ODA berjenis proposal.

Pejabat kementerian mengatakan bahwa divisi ini akan bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan perusahaan swasta lain yang ingin melakukan bisnis di luar negeri.

Mereka juga mengatakan kementerian akan mengidentifikasi kebutuhan negara-negara penerima potensial dan membuat proposal.