Produksi Makanan Laut Jepang Kurang dari 4 Juta Ton Dua Tahun Berturutan

Kementerian Perikanan Jepang mengatakan produksi makanan laut di Jepang kembali mencatat rekor terendah pada tahun lalu dan tidak mencapai 4 juta ton untuk dua tahun berturut-turut.

Kementerian merilis angka awal yang tidak termasuk data Prefektur Ishikawa, yang surveinya tertunda akibat gempa di Semenanjung Noto.

Total hasil tangkapan laut pada tahun 2023, termasuk makanan laut budi daya, turun 4,9 persen atau sekitar 190 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sekitar 3,72 juta ton.

Kementerian mengatakan angka itu diperkirakan akan menjadi angka terendah, bahkan jika data dari Prefektur Ishikawa dimasukkan.

Hasil tangkapan ikan turun 4,3 persen menjadi sekitar 2,82 juta ton.

Hasil tangkapan ikan sarden naik 6,1 persen dari tahun 2022 menjadi 680.900 ton, sementara hasil tangkapan ikan tenggiri turun 18,3 persen menjadi 261.100 ton, dan ikan kenyar turun 20 persen menjadi 152.600 ton.

Hasil tangkapan ikan polak walleye turun sebesar 23,4 persen menjadi 122.900 ton dan cumi-cumi Jepang turun 36,2 persen menjadi 19.600 ton.

Hasil tangkapan ikan sauri, yang rendah selama bertahun-tahun, meningkat sekitar 7.000 ton menjadi 25.800 ton, tetapi angka tersebut masih sekitar empat persen dibandingkan tahun puncaknya pada tahun 1958.

Produk hasil budi daya laut turun 6,9 persen menjadi 849.000 ton.

Produksi tiram turun 11,7 persen menjadi 146.300 ton dan produksi kerang turun 12,1 persen menjadi 151.300 ton.

Badan Perikanan Jepang mengatakan akan berusaha memperbaiki keadaan industri ini di tengah perubahan lingkungan laut akibat pemanasan global dan faktor lainnya.