AS Desak Dialog untuk Menghindari Kesalahpahaman di Laut Cina Selatan

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengecam aktivitas yang menargetkan kapal-kapal Filipina di Laut Cina Selatan, tanpa secara langsung menyebut nama Cina. Ia juga menekankan tentang pentingnya dialog berkelanjutan untuk menghindari bentrokan yang tidak disengaja.

Austin mengungkapkan hal tersebut di forum keamanan Asia, Dialog Shangri-La, di Singapura pada Sabtu (01/06/2024). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pertahanan negara-negara Asia dan Barat.

Kapal Pasukan Penjaga Pantai Cina belakangan ini berulang kali menghalangi pergerakan kapal Filipina di dekat Second Thomas Shoal, misalnya dengan menggunakan meriam air. Filipina secara efektif menguasai perairan dangkal tersebut, tetapi Cina mengeklaim wilayah tersebut.

Austin mengatakan, "Gangguan yang dihadapi Filipina berbahaya." Ia mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara, termasuk Jepang, yang memiliki nilai-nilai yang sama untuk mengatasi berbagai masalah, mulai dari Selat Taiwan hingga Laut Cina Selatan.

Austin menyinggung tentang pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Cina Dong Jun pada Jumat (31/05/2024). Menteri pertahanan kedua negara itu bertemu secara langsung untuk pertama kalinya sejak November 2022.

Austin mengatakan, "Tidak ada yang bisa menggantikan perundingan militer langsung antara para pemimpin senior." Ia juga menambahkan bahwa tidak ada pengganti bagi jalur komunikasi terbuka untuk menghindari kesalahpahaman dan salah perhitungan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Jumat mengindikasikan bahwa jika seorang warga Filipina terbunuh di laut akibat tindakan agresif Cina, maka negaranya akan menerapkan perjanjian pertahanan bersama dengan AS.

Terkait tafsir Washington atas kasus tersebut, Austin mengatakan tidak akan berspekulasi mengenai situasi hipotetis apa pun. Namun, ia mengatakan komitmen negaranya terhadap perjanjian pertahanan bersama dengan Filipina sangat kuat.