Ishikawa Kesulitan Cegah Kematian Akibat Bencana 5 Bulan Pascagempa

Otoritas di Prefektur Ishikawa terus menghadapi tantangan dalam mencegah kematian dan isolasi sosial akibat bencana di wilayah terlanda gempa dahsyat pada 1 Januari di Jepang tengah.

Hari Sabtu (01/06/2024) menandai lima bulan sejak gempa mengguncang Semenanjung Noto. Pejabat Ishikawa mengatakan 260 orang dipastikan meninggal dunia di prefektur itu dan tiga lainnya hilang.

Di antara para korban, 30 orang meninggal karena sebab-sebab yang terkait dengan bencana, seperti stres dan kelelahan, saat tinggal jauh dari rumah. Jumlah kematian akibat hal ini mungkin akan terus meningkat.

Upaya sedang dilakukan untuk membangun perumahan sementara di masyarakat yang terdampak. Lebih dari 4.400 unit telah dibangun sejauh ini, atau hampir 70 persen dari jumlah yang diperkirakan diperlukan oleh prefektur tersebut.

Dengan bertambahnya pengungsi yang pindah ke perumahan sementara, otoritas Ishikawa bergulat dengan risiko kematian dan isolasi sosial terkait bencana.

Pejabat prefektur berencana meningkatkan upayanya dengan mengerahkan perawat kesehatan masyarakat untuk mengunjungi perumahan sementara dan menawarkan makanan serta pemandian bagi para lansia. Mereka juga berencana membuat tempat-tempat untuk para pengungsi bisa berkumpul dan berinteraksi.

Lebih dari 3.000 orang masih tinggal di pusat-pusat evakuasi, menunggu untuk pindah ke perumahan tempat mereka dapat hidup dengan tenang.

Prefektur Ishikawa mempercepat pembangunan lebih banyak unit perumahan sementara, tetapi tantangan lain masih ada, seperti pembongkaran rumah-rumah yang runtuh dan memperbaiki rumah-rumah yang rusak sesegera mungkin.