Cina Akan Tangguhkan Konsesi Tarif 130 Lebih Produk Taiwan

Cina mengatakan akan menangguhkan konsesi tarif untuk 134 produk Taiwan mulai 15 Juni. Beijing tampaknya meningkatkan tekanan terhadap sektor ekonomi Taiwan setelah pelantikan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

Pemerintah Cina mengatakan pada Jumat (31/05/2024) bahwa tarif preferensi, yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi Lintas Selat dan saat ini berlaku untuk barang-barang tersebut, akan dihentikan.

Beijing menyebutkan bahwa Taiwan secara sepihak menerapkan pembatasan diskriminatif terhadap produk-produk dari Cina. Hal ini mengisyaratkan bahwa pembatasan tersebut melanggar perjanjian dan belum dihapus.

Perjanjian bilateral yang merupakan perjanjian perdagangan bebas ini ditandatangani pada 2010. Tujuan dari perjanjian tersebut adalah untuk lebih meliberalisasi perdagangan.

Tindakan terbaru itu merupakan perluasan cakupan dari langkah yang telah dilakukan Cina sebelumnya. Beijing mulai menangguhkan konsesi tarif pada Januari. Sejak saat itu, pihaknya telah menangguhkan konsesi terhadap 12 produk.

Kantor Urusan Taiwan di Cina mengkritik pemerintahan Lai karena mempertahankan sikap prokemerdekaan. Kantor itu menyebutkan bahwa pemerintahan tersebut telah memicu konfrontasi lintas selat dan berusaha memisahkan perekonomian lintas selat.

Lai dilantik sebagai Presiden Taiwan pada 20 Mei. Ia menolak yang disebut Beijing sebagai prinsip "satu Cina".

Cina melakukan latihan militer di dekat Taiwan selama dua hari pada pekan lalu. Langkah tersebut tampaknya merupakan reaksi atas pelantikan Lai.