OpenAI: Kelompok Rusia & Cina Gunakan AI untuk Operasi Pengaruh

Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) OpenAI mengatakan pihaknya mengidentifikasi lima kelompok, yang berbasis di berbagai negara, yang telah menggunakan teknologinya dalam upaya memanipulasi opini publik. Perusahaan itu mengembangkan mesin dialog kecerdasan buatan (AI) ChatGPT.

OpenAI pada Kamis (30/05/2024) melaporkan tren terbaru dalam operasi pengaruh rahasia. Dikatakan lima kelompok, yang berbasis di Rusia, Cina, Iran, dan Israel, menggunakan AI generatif untuk berbagai tugas, seperti membuat nama dan biodata untuk akun media sosial, membuat komentar, serta menerjemahkan teks.

Konten yang diunggah oleh kelompok tersebut berfokus pada berbagai isu, termasuk invasi Rusia ke Ukraina, konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, serta politik di AS.

Perusahaan tersebut mengatakan sebuah kelompok yang berbasis di Cina menghasilkan teks dalam bahasa Inggris, Jepang, dan bahasa lain yang mengkritik pembuangan air yang telah diolah dan diencerkan oleh Jepang dari PLTN Fukushima Daiichi yang rusak ke laut. Teks-teks tersebut diunggah di platform daring.

Laporan itu menunjukkan risiko operasi pengaruh AI generatif menjelang pemilihan presiden AS dan kegiatan lainnya.