Parlemen Inggris Dibubarkan untuk Pemilu 4 Juli

Parlemen Inggris dibubarkan pada Kamis (30/05/2024) menjelang pemilihan umum pada 4 Juli, dengan jajak pendapat yang menunjukkan kemungkinan perubahan pertama dalam pemerintahan setelah 14 tahun.

Pembubaran ini menyusul pengumuman Perdana Menteri Rishi Sunak pekan lalu terkait pemilu. Kampanye untuk memperebutkan 650 kursi parlemen kini dimulai sepenuhnya.

Jajak pendapat YouGov terbaru yang dirilis pada Rabu (29/05/2024) menunjukkan bahwa oposisi utama, Partai Buruh, memimpin dengan perolehan 47 persen, sedangkan Partai Konservatif pimpinan Sunak tertinggal dengan 20 persen.

Sunak telah berkampanye di berbagai tempat, seperti Irlandia Utara dan Wales, dalam upaya meningkatkan dukungan bagi partainya. Ia menekankan bahwa pemerintahnya telah memenuhi janji untuk menurunkan inflasi.

Janji kampanye Partai Konservatif mencakup rencana yang mengharuskan warga berusia 18 tahun mengikuti latihan wajib militer atau menjadi sukarelawan komunitas selama satu tahun. Partai tersebut juga menjanjikan pemotongan pajak bagi para pensiunan.

Pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer, telah berkampanye di Skotlandia dan tempat lainnya. Starmer mengkritik pemerintahan dari Partai Konservatif karena menciptakan kekacauan dan perpecahan. Ia menjanjikan perubahan seperti mengurangi waktu tunggu masyarakat untuk mendapatkan pengobatan di bawah Layanan Kesehatan Nasional.

Para pemimpin partai akan berhadapan dalam debat yang disiarkan televisi pada 4 Juni.

Seorang pria dari London berusia 40-an tahun mengatakan ia ingin biaya hidup turun. Ia menyebutkan bahwa para politisi tidak menepati janji. Jadi, ia akan mencermati kebijakan para kandidat.