Pengunjuk Rasa di Seluruh Dunia Kutuk Serangan Udara Rafah

Pasukan Israel menentang perintah yang dikeluarkan Mahkamah Internasional pada Jumat (24/05/2024), untuk menghentikan serangan di Rafah, Gaza selatan. Israel melancarkan serangan udara pada akhir pekan, yang menurut otoritas kesehatan di wilayah Gaza, menewaskan sedikitnya 45 orang. Serangan ini menuai kritik di seluruh dunia.

Para pengunjuk rasa di Spanyol pada Senin (27/05/2024) mengatakan tidak ingin menjadi “kaki tangan” dari aksi yang disebutnya sebagai "genosida". Para pemimpin politik Spanyol bergabung dengan pemimpin politik di Irlandia dan Norwegia pekan lalu yang menambah jumlah lebih dari 140 negara yang telah mengakui negara Palestina. Para pengunjuk rasa di Istanbul juga menyuarakan protesnya dalam pawai menuju konsulat Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada anggota parlemen pada Senin bahwa ia dan timnya sedang menyelidiki serangan tersebut. Ia mengatakan pasukannya melakukan "upaya yang sangat besar" agar tidak membahayakan warga sipil, tetapi terjadi kesalahan "secara tragis".

Pasukan Israel tidak berhenti melakukan serangan di Rafah. Kantor berita Reuters melaporkan para saksi mengatakan sejumlah tank telah bergerak menuju pusat kota untuk pertama kalinya.