UNRWA: Lebih dari 1 Juta Orang Telah Meninggalkan Rafah

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, atau UNRWA, menyatakan lebih dari 1 juta orang telah meninggalkan Rafah di Gaza selatan dalam tiga pekan terakhir, di tengah serangan militer yang terus dilancarkan Israel di wilayah tersebut.

UNRWA menyampaikan laporan dalam konferensi pers pada Selasa (28/05/2024), menyerukan gencatan senjata segera.

Pejabat setempat di Gaza mengumumkan bahwa penembakan Israel terhadap sebuah kamp pengungsi menewaskan 21 orang pada hari yang sama.

Militer Israel kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyangkal tanggung jawabnya dengan mengatakan bahwa mereka tidak menyerang wilayah kemanusiaan.

Namun, kritik internasional terhadap Israel makin meningkat setelah serangan udaranya di Rafah pada Minggu (26/05/2024) dilaporkan menewaskan 45 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Selasa menyatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza telah ditangguhkan karena cuaca buruk merusak dermaga terapung yang dibuat oleh militer AS. Penangguhan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi kemanusiaan di Gaza akan makin memburuk.

Pengiriman bantuan ke Gaza terhenti karena perbatasan ditutup sejak Israel memulai operasi darat di Rafah.