Macron: Beberapa Serangan Ukraina di Dalam Rusia Harus Diizinkan

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Ukraina harus diizinkan menggunakan senjata Barat untuk "menetralisasi" lokasi militer di dalam Rusia yang digunakan untuk menyerang Ukraina.

Macron menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jerman pada Selasa (28/05/2024).

Komentarnya muncul di tengah meningkatnya seruan untuk menghapus sejumlah pembatasan dalam penggunaan senjata Barat yang diberikan kepada Ukraina saat Rusia mengintensifkan serangannya di Ukraina timur.

Pendukung gagasan ini termasuk Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan beberapa pemimpin Eropa lainnya.

Macron mengatakan menentang penggunaan senjata Barat untuk menyerang target militer Rusia yang tidak digunakan dalam serangan terhadap Ukraina. Ia dilaporkan berencana mendorong negara-negara lain untuk membahas masalah ini.

Macron tidak mengelaborasi laporan bahwa Prancis berencana mengirim personel untuk melatih para petempur Ukraina. Pada Senin (27/05/2024), Panglima Militer Ukraina Oleksandr Syrskyi mengatakan Prancis akan mengirim instruktur militer ke negaranya.

Kantor Kepresidenan Ukraina pada Selasa (28/05/2024) juga mengumumkan bahwa Belgia telah setuju menyediakan 30 jet tempur F-16 ke Ukraina pada 2028 sebagai bagian dari pakta keamanan.

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa dukungan Barat terhadap Ukraina merupakan langkah lebih lanjut menuju "konflik global". Putin mengatakan hal itu dalam konferensi pers di Uzbekistan pada Selasa.

Putin mengatakan bahwa laporan pengiriman instruktur Prancis dan rencana Barat lainnya mengarah pada konflik serius di Eropa dan dunia.

Presiden Rusia menambahkan bahwa negaranya akan mengambil tindakan yang tepat di Ukraina terlepas dari siapa pun yang berada di wilayah tersebut.