Cina Tayangkan Latihan Militer dengan Robot Anjing dan Drone AI

Televisi milik pemerintah Cina, CCTV, menayangkan cuplikan latihan militer yang menggunakan robot anjing dan wahana tak berawak, atau drone, yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI).

CCTV melaporkan latihan gabungan dengan Kamboja tersebut, yang berlangsung di negara Asia Tenggara itu sejak 16 Mei.

CCTV menyebutkan robot anjing yang dikendalikan dari jarak jauh itu dapat berjalan, melompat, merundukkan badan, dan mengirim rekaman pengintaian secara waktu nyata.

Robot yang berukuran lebih besar, dengan berat 50 kilogram, dapat menembakkan senapan yang dipasang di punggungnya. Rekaman tersebut menunjukkan robot itu memimpin tentara memasuki sebuah gedung.

Sementara itu, drone yang dilengkapi AI terlihat melepaskan tembakan dari udara.

Militer Amerika Serikat telah mengerahkan robot anjing dan drone berkemampuan AI dalam latihan.

Cina diyakini menunjukkan bahwa militernya meningkatkan kemampuan dengan teknologi mutakhir.

Namun, kekhawatiran meningkat di komunitas internasional mengenai senjata otonom mematikan yang dapat memilih dan menyerang sasaran tanpa campur tangan manusia. Pembahasan mengenai pembatasan senjata-senjata ini terus berlanjut.