Diplomat Senior AS & Cina Tegaskan Posisi Negaranya Terkait Taiwan

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengungkapkan bahwa diplomat senior AS dan Cina telah menegaskan posisi negaranya masing-masing terkait Taiwan.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan pers pada Senin (27/05/2024) yang mengumumkan bahwa Koordinator Cina dan Wakil Asisten Menteri untuk Cina dan Taiwan, Mark Lambert, mengadakan pembicaraan virtual dengan Direktur Jenderal Urusan Perbatasan dan Kelautan Cina, Hong Liang, pada 23 Mei.

Pertemuan tersebut diadakan setelah Presiden Taiwan Lai Ching-te, yang tidak mengakui prinsip "satu Cina", mulai menjabat pada 20 Mei dan ketika Cina melakukan latihan militer di dekat Taiwan.

Pernyataan pers itu menyebutkan bahwa AS menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta menyampaikan keprihatinan mendalam atas latihan militer gabungan Cina di Selat Taiwan dan sekitar Taiwan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Cina pada Selasa (28/05/2024) mengumumkan negara itu menekankan bahwa prinsip “satu Cina” merupakan landasan politik hubungan bilateral. Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa prinsip itu adalah landasan penting bagi dialog antara kedua belah pihak terkait isu-isu maritim.

Dikatakan bahwa "kemerdekaan Taiwan” merupakan ancaman terbesar yang akan menghancurkan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Kementerian itu juga menyebutkan bahwa pihak AS harus segera berhenti mendukung dan mengakui kekuatan separatis “kemerdekaan Taiwan”.

Kedua diplomat tersebut juga menegaskan kembali posisi negaranya saat bertemu November lalu.