Korea Utara Mungkin Gunakan Mesin Roket Baru dengan Dukungan Rusia

Para pakar di Korea Selatan mengatakan Korea Utara mungkin telah menggunakan mesin roket jenis baru yang digunakan dengan dukungan Rusia dalam peluncuran gagal satelit pengintaian militer pada Senin (27/05/2024).

Badan Teknologi Dirgantara Nasional Korea Utara mengatakan pada Selasa (28/05/2024) pagi bahwa sebuah roket baru yang membawa satelit pengintaian militer diluncurkan pada Senin malam, tetapi meledak di udara.

Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan pada Selasa merilis rekaman gambar yang diambil oleh kapal patroli di sebelah barat Semenanjung Korea pada malam sebelumnya. Video tersebut memperlihatkan kilatan cahaya di atas Laut Kuning, yang tampaknya akibat ledakan.

Dalam kesimpulan awal, Badan Kedirgantaraan Korea Utara mengaitkan kegagalan peluncuran tersebut dengan mesin baru “oksigen cair plus petroleum”.

Pakar Korea Selatan berpendapat bahwa mesin baru tersebut menggunakan minyak tanah dan oksigen cair, serta mungkin diterapkan secara tergesa-gesa dengan dukungan teknis Rusia. Pyongyang sebelumnya menggunakan jenis bahan bakar cair yang berbeda.

Media Korea Selatan mengutip sumber-sumber pemerintah yang mengatakan bahwa banyak ahli teknik Rusia telah datang ke Korea Utara dan uji pembakaran pada mesin dilakukan berulang kali.

Para ahli mengatakan Rusia mungkin akan memberikan dukungan yang lebih aktif setelah peluncuran terbaru yang gagal.