Pohon Simbol di Situs UNESCO Jepang yang Selamat dari Topan Telah Mati

Pejabat pengelolaan hutan di Prefektur Aomori di Jepang utara mengumumkan kematian pohon simbolis yang disebut "Pohon Induk" di situs Warisan Alam Dunia UNESCO Shirakami-Sanchi.

Pohon beech raksasa yang terletak di Desa Nishimeya di prefektur itu diperkirakan berumur 400 tahun. Pohon setinggi 30 meter itu sepenuhnya tumbang akibat topan enam tahun lalu.

Kantor pengelolaan hutan itu mengambil langkah-langkah untuk melestarikan pohon tersebut, seperti memberikan bahan kimia pada penampang batang yang patah guna mencegah pembusukan.

Para pejabat mengatakan menemukan daun-daun tumbuh dari bagian cabang yang menempel pada akar setiap tahun. Namun, mereka tidak dapat memastikan adanya pertumbuhan baru pada Jumat (24/05/2024) pekan lalu dan ahli bedah pohon menyimpulkan bahwa pohon tersebut telah mati. Pohon itu diyakini melemah setelah batangnya patah.

Para pejabat mengatakan tidak akan menebang pohon tersebut karena ingin melihat perubahan pohon di dalam lingkungan alam.

Mereka mengatakan jalan menuju pohon itu tetap ditutup karena ada risiko keruntuhan.

Pemimpin Desa Nishimeya, Kuwata Toyoaki, mengatakan pohon tersebut memiliki masa hidup yang panjang dan ia ingin berterima kasih kepada pohon itu.

Ketua asosiasi pemandu lokal, Watanabe Teiji, mengatakan pohon simbol tersebut telah menarik wisatawan ke lokasi itu dan ia ingin pohon itu beristirahat dengan tenang sekarang.