Gubernur BOJ akan Lanjutkan Target Inflasi dengan "Hati-Hati"

Gubernur Bank Jepang (BOJ) Ueda Kazuo mengatakan lembaganya akan melanjutkan target inflasi 2 persen dengan hati-hati di tengah kenaikan harga dan upah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ueda dalam pidatonya pada Senin (27/05/2024).

BOJ menjadi tuan rumah konferensi di Tokyo, yang mengundang para ekonom serta pejabat bank sentral dari Jepang dan luar negeri.

Ueda mengatakan ada ekspektasi yang mengakar di Jepang bahwa inflasi akan tetap berada di kisaran nol.

Namun, ia mengatakan harga-harga dan upah meningkat tajam dari tahun 2023 hingga 2024. Ueda mengatakan hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh inflasi global dan berlanjutnya kebijakan pelonggaran moneter.

Ueda mengatakan tujuan utama pihaknya adalah mencapai inflasi 2 persen dengan cara yang berkelanjutan dan stabil. Sejauh ini, pihaknya telah membuat kemajuan dalam peralihan dari kebijakan inflasi nol dan harapan menaikkan inflasi. Namun, BOJ sekarang harus menjaga target inflasi di angka 2 persen. BOJ akan melanjutkannya dengan hati-hati, seperti yang dilakukan bank sentral lain dengan kerangka kebijakan yang menargetkan inflasi.

Ueda menambahkan BOJ menghadapi tantangan serupa dengan yang dihadapi bank sentral lainnya. Namun, ia mengatakan bahwa beberapa masalah tersebut sangat khas dan sulit bagi pihaknya.

BOJ pada Maret mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya, menandai pergeseran dari kebijakan pelonggaran besar-besaran.

Fokusnya sekarang adalah seberapa besar bank sentral itu akan mengurangi pembelian obligasi dan penentuan waktu penaikan suku bunga berikutnya.