PM Jepang Adakan Pertemuan Bilateral Jelang Pertemuan Trilateral

Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengadakan pembicaraan terpisah dengan para pemimpin Cina dan Korea Selatan di Seoul.

Pertemuan itu berlangsung pada Minggu (26/05/2024), sehari sebelum pertemuan puncak trilateral pertama negara-negara jiran di Asia tersebut dalam lebih dari empat tahun.

Kishida pertama bertemu Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. Mereka sepakat untuk lebih meningkatkan hubungan kedua negara sebelum memperingati 60 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2025.

Yoon mengatakan, "Saya berharap dapat bekerja sama dengan Perdana Menteri Kishida untuk mempersiapkan tahun depan sehingga ini akan menjadi titik balik bersejarah untuk lebih memajukan hubungan bilateral."

Kishida mengatakan, "Komunitas internasional berada pada titik balik bersejarah. Jepang ingin lebih memperkuat hubungan dengan Korea Selatan untuk menjaga dan memperkuat Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, serta menangani masalah global secara efektif."

Mereka juga membahas Korea Utara yang tengah meningkatkan pengembangan nuklir dan rudalnya. Kishida menambahkan bahwa mereka sepakat untuk bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat untuk mengatasi masalah ini.

Kishida juga melakukan pertemuan tatap muka dengan Perdana Menteri Cina Li Qiang. Kishida mengatakan, "Saya yakin bahwa menstabilkan hubungan Jepang-Cina akan bermanfaat bagi kedua negara, serta kawasan dan komunitas internasional."

Li mengatakan, "Saya berharap kita dapat mengendalikan perbedaan pendapat dan melakukan upaya untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil guna memenuhi tuntutan era baru."

Keduanya menegaskan kembali bahwa mereka akan mendorong hubungan saling menguntungkan berdasarkan kepentingan strategis bersama, sesuatu yang disepakati Kishida dengan Presiden Xi Jinping pada November lalu.

Ketiga pemimpin tersebut tampaknya akan makin mengukuhkan kerja sama budaya, perekonomian, dan pariwisata pada pertemuan puncak Senin (27/05/2024). Mereka diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama yang merangkum pertemuan puncak trilateral.