Presiden Taiwan Respons Latihan Militer Cina

Presiden Taiwan Lai Ching-te meminta Cina untuk "memiliki tanggung jawab yang sama besar atas stabilitas regional dengan Taiwan", menyusul latihan militer Cina di dekat Taiwan.

Lai mengatakan kepada wartawan pada Minggu (26/05/2024) bahwa ia berterima kasih kepada Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain atas ungkapan kekhawatirannya terhadap latihan yang dilakukan Cina itu.

Ia mengatakan, "Komunitas internasional tidak akan menerima negara mana pun yang menciptakan ketegangan di Selat Taiwan dan memengaruhi stabilitas regional."

Lai menegaskan kembali sikapnya untuk mengupayakan perdamaian dan kemakmuran melalui pertukaran dan kerja sama dengan Cina.

Dalam pidato pelantikannya pada Senin (20/05/2024), Lai menyatakan akan mempertahankan status quo serta menyerukan upaya perdamaian dan kemakmuran dengan Cina, dan pada dasarnya menolak klaim kedaulatan Beijing.

Cina, sebagai tindakan protes, melakukan latihan di dekat Taiwan pada Kamis (23/05/2024). Saluran militer Cina Central Television (CCTV) mengatakan latihan tersebut berakhir dengan sukses pada Jumat (24/05/2024).

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Sabtu (25/05/2024) bahwa seluruh level pusat respons darurat telah dikembalikan ke status normal, yang menunjukkan bahwa latihan Cina itu berakhir dalam dua hari sesuai rencana.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan pada Sabtu bahwa Amerika Serikat sangat prihatin dengan latihan militer yang dilakukan Cina di sekitar Taiwan, dan mendesak Cina agar melakukan tindakan menahan diri.

Pemerintah Jepang menyampaikan kekhawatirannya kepada Cina melalui saluran diplomatik.