Ketua NATO Serukan Agar Senjata Buatan Barat Dibolehkan untuk Serang Sasaran di Rusia

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyerukan anggota aliansi tersebut agar melonggarkan larangan penggunaan senjata yang dipasoknya ke Ukraina guna menyerang sejumlah sasaran militer di Rusia.

Stoltenberg menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan majalah Inggris, Economist, pada Jumat (24/05/2024). Hal ini terjadi ketika Rusia mengintensifkan serangannya di wilayah Kharkiv, Ukraina timur.

Makin besar seruan untuk mencabut pembatasan bagi Ukraina dalam menggunakan senjata yang dipasok oleh pihak Barat di dalam wilayahnya.

Namun, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berhati-hati dalam mengambil langkah seperti itu. AS merupakan pemasok senjata terbesar ke Ukraina.

Stoltenberg mengatakan bahwa tidak mengizinkan Ukraina menggunakan senjata yang disediakan pihak Barat "terhadap sasaran militer yang sah di wilayah Rusia akan membuat situasi sangat sulit" bagi Ukraina untuk membela diri.

Ketua NATO itu juga mengatakan bahwa Ukraina mempunyai hak untuk mempertahankan diri, dan hal itu termasuk menyerang sasaran di wilayah Rusia.

Meski Stoltenberk tidak menyebut AS secara langsung, ia menegaskan bahwa AS dan anggota NATO lainnya harus melonggarkan pembatasannya.