Kepala Keuangan G7 Prihatinkan Kelebihan Kapasitas Industri Cina

Para kepala keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G7 menyatakan keprihatinan mengenai kelebihan kapasitas industri Cina.

Cina dituduh memproduksi kendaraan listrik dan produk lain secara berlebihan untuk dijual ke luar negeri dengan harga yang sangat rendah.

Para pejabat G7 merilis komunike bersama setelah merampungkan pertemuan dua hari di Stresa, Italia utara, pada Sabtu (25/05/2024).

Pernyataan tersebut berbunyi, "Kami menyatakan keprihatinan mengenai penggunaan kebijakan dan praktik non-pasar secara komprehensif oleh Cina yang merongrong pekerja, industri, dan ketahanan ekonomi kami."

Pernyataan tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa para pejabat itu akan "mempertimbangkan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kesetaraan, sejalan dengan prinsip-prinsip Organisasi Perdagangan Dunia".

Para peserta juga membahas gagasan untuk mendukung Ukraina dengan menggunakan laba dari aset-aset Rusia yang telah dibekukan sebagai bagian dari sanksi atas invasi Rusia ke negara tersebut.

Pernyataan itu mengatakan para pejabat itu bermaksud akan menyampaikan pilihan-pilihan kepada para pemimpin mereka menjelang KTT G7 bulan depan.

Menteri Keuangan Jepang Suzuki Shunichi berbicara kepada wartawan. Ia mengatakan sikap dasar Jepang adalah bahwa hukum internasional harus dipatuhi, sejauh menyangkut penggunaan laba dari aset Rusia, karena Rusia dikecam akibat melanggar hukum internasional.

Para pejabat G7 masih berbeda pendapat mengenai cara menangani aset Rusia. Masih harus dilihat sejauh mana mereka mampu memperkecil perbedaan itu hingga KTT G7.