Aksi Massa di Taiwan Menentang Rencana Reformasi Parlemen

Lebih dari 100.000 orang berunjuk rasa di Taiwan pada Jumat (24/05/2024) menentang serangkaian reformasi parlemen yang diusulkan oleh oposisi.

Oposisi terbesar, Partai Kuomintang, dan oposisi terbesar kedua, Partai Rakyat Taiwan, memimpin pembahasan undang-undang tersebut.

Para pengunjuk rasa menuduh blok tersebut mencoba memperluas kewenangannya yang bertentangan dengan aturan hukum.

Reformasi yang diusulkan termasuk amandemen hukum pidana.

Salah satu revisi mengharuskan presiden untuk membuat laporan rutin dan menghadapi pertanyaan dari anggota parlemen.

Partai yang berkuasa menolak undang-undang tersebut, dan pemungutan suara untuk setiap pasal berjalan lambat.

Bahkan jika undang-undang tersebut disahkan, Yuan Eksekutif, atau Kabinet, dapat mengadakan pembahasan putaran kedua atau peninjauan konstitusi.

Kelompok masyarakat sipil berencana mengadakan aksi massa lagi di sela-sela sesi pleno yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (28/05/2024).