Utusan HAM AS Kunjungi Lokasi Penculikan Pelajar Korsel oleh Korut

Seorang pejabat hak asasi manusia (HAM) Amerika Serikat (AS) telah mengunjungi sebuah pulau di Korea Selatan tempat seorang pelajar SMA diculik oleh Korea Utara pada tahun 1970-an.

Julie Turner, Utusan Khusus AS untuk Isu Hak Asasi Manusia Korea Utara, mengunjungi pulau itu pada Jumat (24/05/2024), bersama dengan Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yung-ho.

Mereka menghadiri upacara peresmian sebuah monumen yang didirikan dengan harapan kembalinya dengan selamat lima warga Korea Selatan yang diculik oleh Korea Utara pada tahun 1970-an ketika mereka masih pelajar SMA.

Salah satunya adalah Kim Young-nam yang diketahui menikah di Korea Utara dengan Yokota Megumi. Yokota adalah orang Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara dalam perjalanan pulang dari sekolah pada tahun 1977.

Turner mengatakan ia akan terus mendesak Pyongyang untuk memulangkan para korban penculikan, merujuk kunjungannya pada Februari ke sebuah lokasi di Prefektur Niigata tempat Yokota diculik.

Menteri Unifikasi itu menekankan bahwa orang tua korban penculikan tersebut mengalami perampasan anak-anaknya yang berharga. Ia menyerukan akan terus mengimbau komunitas internasional untuk membantu menemukan solusi atas isu tersebut.

Keluarga para pelajar yang diculik juga menghadiri upacara pada Jumat.

Seorang pria yang adik laki-lakinya diculik mengatakan sangat ingin bertemu dengan adiknya itu. Ia juga mengatakan senang karena banyak orang yang menyadari isu tersebut dan berharap mereka tetap mempertahankan perhatiannya.